Monday, 29 February 2016

PROPOSAL ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TAHAP USIA PRASEKOLAH



BAB I
PENDAHULUAN

A.           LATAR BELAKANG
Menurut Nursalam (2013). anak merupakanmakhluk risiko dan tergantung yang selalu dipengaruhi rasa ingin tahu, aktif serta penuh harapan.Masa anak-anak merupakan awal kehidupan untuk masa-masa berikutnya.Anak akan menjadi pribadi yang mandiri dan generasi yang berkualitas perlu mendapatkan perlindungan dan perlakuan khusus sesuai dengan kemampuan tumbuh kembangnya.
Anak usia prasekolah merupakan masa keemasan (golden age) bagi anak. Masa keemasan (golden age) ini mempunyai arti penting dan berharga karena masa ini merupakan pondasi bagi masa depan anak. Masa ini anak memiliki kebebasan untuk berekspresi tanpa adanya suatu aturan yang menghalangi dan membatasinya. masakeemasan (golden age) ini perlu bagi orangtua untuk memberikan penanaman kedisipilinan kepada anak agar anak dapat menerapkan disiplin sejak dini yang akan mempengaruhi kedisiplinan anak pada masadewasanya nanti. ( Soetjiningsih, 2002).
Penulis akan membahas tentang beberapatahap perkembangan keluarga, salah satunya adalah keluarga dengan tahap perkembangan anak usia prasekolah, tahap ini dimulai sejak anak berusia 2-5 tahun. Memasuki usia 3 tahun, anak perlu diajari berbagai cara, salah satunya memakai celana, baju dan sepatu sendiri,pengawasan orang tua pada tahap ini sangat penting, mengingat anak prasekolah pada usia ini sangat rentan terhadap pengaruh yang dapat mempengaruhi perkembangan baik fisik maupun mental anak.
Pada periode anak usia prasekolah ini didapatkan banyakpermasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak dikemudian hari.Masalah kesehatan tersebut meliputi kesehatan umum seperti diare, keracunan, thypoid, gangguan perkembangan/pertumbuhan,gangguan perilaku dan gangguan belajar. (Nursalam, 2013).
Menurut Dinkes RI (2013)  data yang diperoleh dari  kesehatan Indonesia tahun 2015, pada usia 3-5  tahunbanyak sekali permasalah kesehatan yang terjadi pada usia balita seperti diare, typoid dan penyakit umum lainnya yang mencapai 7.354 penderita dengan persentase kematian  adalah 3.2 %..
Menurut Dinkes Semarang (2013) Jawa Tengah merupakan provinsi dimana penderita khususnya anak balita mengalami permasalahan kesehatan. pada tahun 2014 permasalahan yang timbul pada usia balita yaitu masalah kesehatan yang mencapai 8.566 penderita.
Mengenai permasalahan kesehatan pada usia prasekolah di kabupaten tegal sendiri  pada tahun 2015 mencapai 78,42%. Pada tahun 2013 mencapai 65.23%. angka ini menurun karena fasilitas pelayanan kesehatan di kabupaten tegal mulai mengalami perubahan yang lebih baik.(Dinkes Kab.Tegal 2015).
Berdasarkan uraian di atas perawat ikut memegang peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam keluarga maka penulis tertarik untuk mengambil kasus yang berjudul “Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Tahap Perkembangan Anak Usia Prasekolah Di Desa Kalisapu Slawi, Kabupaten Tegal”.

B.            TujuanPenulisan
1.        Tujuan Umum
Dalam penulisan proposal ini diharapkan mahasiswa mampu mengenal dan mengetahui tahap perkembangan keluarga anak usia prasekolah dan asuhan keparawatannya.
2.        Tujuan Khusus
a.         Untuk memahami dan mengidentifikasi masalah yang biasa muncul pada keluarga dengan tahap perkembangan usia prasekolah
b.         Memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan proses keperawatan dari pengkajian sampai evaluasi dengan tahap usia prasekolah.
c.         Mahasiswa mampu mengidentifikasi kesenjangan dan menyusun rencana keperawatan sesuai dengan urutan prioritas masalah yang terdapat antara teori dan praktik dengan tahap usia prasekolah.
d.        Mahasiswa mampu mengimplementasikan asuhan keperawatan untuk membangkitkan minat keluarga dengan tahap perkembangan keluarga untuk memperbaiki ke arah perilaku hidup sehat dengan tahap usia prasekolah.
e.         Mahasiswa mampu mengevaluasi asuhan keperawatan yang telah dilakukan untuk mengetahui perkembangan keluarga setelah diberikan keperawatan.
f.          Mahasiswa mampu menganalisa kesenjangan teori keperawatan dan praktek yang telah diberikan

C.           Metode Penulisan
Dalam penulisan laporan karya tulis ilmiah ini penulis menggunakan teknik  pengumpulan data yaitu :
1.        Wawancara
Penulis menggunakan tanya jawab dengan pihak yang terkait ; Orang tua maupun anak.
2.        Observasi partisipasi
Dengan menggunakan pendekatan orang tua maupun anak dan melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung dengan klien.
3.        Studi dokumentasi
Dengan mempelajari kasus keluarga, catatan medis   dan program pengobatan yang sedang dijalankan keluarga usia prasekolah
4.        Studi Perpustakaan
Penulis menggunakan dan mempelajari data sebagai penunjang teoritis untuk menegakan diagnosa dan rencana keperawatan.
5.        Pemeriksaan Fisik
Dengan memeriksa kesehatan keluarga secara objektif dan subjektif maka penulis menggunakan 4 pemeriksaan fisik yaitu :
6.        Inspeksi
Inspeksi merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan cara memandang atau pemeriksaan dengan mata.
7.        Palpasi
Palpasi merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan cara meraba atau menggunakan kedua tangan untuk meraba.
8.        Perkusi merupakan tindakan mengetuk bagian dengan ketukan pendek dan cepat sebagai cara untuk mengetahui keadaan pada bagian yang ada dibaliknya berdasarkan suara ketukan yang terdengar.
9.        Auskultasi
Auskultasi merupakan cara pemeriksaan dengan mendengarkan bunyi yang timbul dalam badan.








D.           Manfaat Penulisan
1.        Bagi penulis
Meningkatkan ketrampilan dalam memberikan asuhan keperawatan dan dapat menjadi pengalaman belajar dalam meningkatkan pengetahuan.
2.        Bagi institusi
Sebagai bahan masukan dan evaluasi sejauh mana mahasiswa dalam menguasai asuhan keperawatan keluarga.
3.        Bagi keluarga
Agar keluarga dapat memahami tentang tahap perkembangan keluarga dan dapat memberikan perawatan pada keluarga sesuai dengan tahap perkembanganya.













BAB II
TINJAUAN TEORI

A.           Konsep Dasar Keluarga
1.    Pengertian Keluarga
Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1988), dikutip dari Ali Zaidin (2008), keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa keluarga orang yang berkumpul dan tinggal di satu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Friedman, M (1998) dikutip dari Suprajitno (2004), keluarga yaitu kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama, memiliki keterikatan aturan dan emosional sertamen jalankan peran tertentu sebagai bagian dari keluarga.
Menurut Duvall dan Logan (1986) dikutip dari Setyowati (2008), keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta social dari tiap anggota keluarga.
Keluarga adalah bagian dari bapak ibu dan anak yang tinggal satu rumah bersamaan yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta sosial dari tiap anggota keluarga.
2.    Tipe Keluarga
MenurutFriedman, M. (1998) dikutip dari Mubarak (2006).Keluarga yang memerlukan pelayanan kesehatan berasal dari berbagai macam pola kehidupan,agar dapat mengupayakan peran serta keluarga dalam meningkatkan derajat kesehatan maka perawat perlu memahami berbagai tipe keluarga yang umum di Indonesia.Secara umum di negara Indonesia dikenal tipe keluarga tradisional, tipe keluargaadalah:
a.         Keluarga inti (Nuclear Family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak.
b.        Keluarga besar (Extended Family) adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara, misalnya: nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan seterusnya.
c.         Keluarga berantai (Serial Family) adalah keluarga yang terdiri dari satu wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
d.        Keluarga duda/janda (Single Family) adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
e.         Keluarga berkomposisi (Composite) adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.



f.         Keluarga kabitas (Cahabitasion) adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tapi membentuk suatu keluarga. Keluarga Indonesia umumnya menganut tipe keluarga besar (Extended family) karena masyarakatnya Indonesia yang terdiri dari beberapa suku hidup dalam suatu komuniti dengan adat istiadat yang sangat kuat
3.    Fungsi Keluarga
Menurut Friedman, M. (1998), fungsi Afektif dalam keluarga adalah sebagai berikut:
a.              Fungsi Afektif
adalah fungsi internal keluarga untuk pemenuhan kebutuhan psikosial, saling mengasah dan memberikan cinta kasih, serta saling menerima dan mendukung.
b.             Fungsi sosialisasi
adalah proses perkembangan dan pembahan individu keluarga, tempat anggota keluarga berinteraksi sosial dan belajar berperan di lingkungan sosial.
c.              Fungsi reproduksi
adalah fungsi keluarga memutuskan kelangsungan keturunan dan menambah SDM.
d.             Fungsi ekonomi
adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti sandang pangan dan papan.
Funsi ini mempunyai peranan penting bagi keluarga karena dapat memberikan keseimbangan dan peran penting bagi keluarga khususnya pada anak usia prasekolah.
4.    Tugas Keluarga di Bidang Kesehatan
Menurut Mubarok, (2006). Tugas-tugas dalam pemeliharaan kesehatan ada lima tugas:
a.         Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota keluarganya
-          Sejauh mana keluarga mengetahui fakta-fakta dari masalah kesehatan anggota keluarganya?
-          Meliputi mengenal suatu masalah ?
-          Faktor penyebab dan yang mempengaruhinya serta persepsi keluarga?
b.        Mengambil keputusan untuk tindakan kesehatan yang tepat.
-          Sejauh mana kemampuan keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah pada anggota keluarga khususnya pada usia prasekolah?
-          Apakah masalah kesehatan yang dirasakan oleh keluarga pada tahap prasekolah?
-          Apakah terhadap keluarga merasa menyerah terhadap masalah kesehatan yang dialami anggota keluarga pada tahap prasekolah?
-          Apakah keluarga dapat menjangkau fasilitas yang ada?
-          Apakah keluarga kurang percaya terhadap kesehatan yang ada?
-          Apakah keluarga dapat informasi yang salah terhadap tindakan
c.         Memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit
-             Apakah keluarga mengetahui sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan untuk mengulangi masalah kesehatan atau penyakit pada anggota keluarga yang sakit terutama pada anak prasekolah?
-            Apakah keluarga mempunyai sumber daya dan fasilitas yang diperlukan untuk perawatan anak prasekolah?
-            Apakah keluarga mempunyai pandangan  negatif perawatan yang diperlukan?
-            Apakah keluarga kurang dapat melihat keuntungan dalam pemeliharaan lingkungan dimasa mendatang?
-            Apakah keluarga merasa takut akan akibat tindakan (diagnostik, pengobatan dan rehabilitasi)?
-            Bagaimana falsafah hidup keluarga berkaitan dengan upaya perawatan dan pencegahan? 
d.        Mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan untuk kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarganya.
-          Sejauhmana keluarga mengetahui sumber-sumber keluarga yang dimiliki?
-          Sejauhmana keluarga melihat keuntungan atau manfaat pemeliharaan lingkungan?
-          Sejauhmana keluarga mengetahui pentingnya hygiene dan sanitasi?
-          Bagaimana sikap atau pandangan keluarga terhadap hygiene dan sanitasi?
-          Sejauhmana kekompakan antar anggota keluarga?
e.         Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dengan fasilitas kesehatan.
-       Sejauhmana keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan?
-       Sejauhmana keluarga memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan?
-       Sejauhmana tingkat kepercayaan keluarga terhadap petugas dan fasilitas kesehatan?
-       Apakah keluarga mempunyai pengalaman yang kurang baik terhadap petugas kesehatan?
-       Apakah fasilitas kesehatan yang ada terjangkau oleh keluarga?
5.    Struktur Keluarga
Untuk mengetahui struktur keluarga dengan baik, maka keluarga harus memperhatikan struktur keluarga dengan benar.
MenurutFriedman, M. (1998),terdapat Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, salah satunya adalah:



a.    Patrilinceal
adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
b.    Matrilineal
adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
c.    Matrilokal
adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
d.   Patrilokal
adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama kelaurga sedarah suami.
e.    Keluarga kawinan
adalah hubungan suami isri sebagai dasar bagi pembinaan warga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.
Keluarga Indonesia umumnya menganut struktur keluarga matriokal karena masyarakatnya Indonesia masih memegang teguh dengan aturan adat istiadat.


6.         Peran  Perawat
Dalam perkembangan anak usia prasekolah perawat mempunyai tugas atau peran untuk mengawasi tahap perkembangan anak usia prasekolah.
Peran perawat di sini sebagai :
a.         Perawat sebagai pendidik
b.        Perawat sebagai koordinator
c.         Perawat sebagai pelaksana
d.        Perawat sebagai pengawas kesehatan
e.         Perawat sebagai konsultan
f.         Perawat sebagai kolaborasi
g.        Perawat sebagai fasilitator
7.    Tahap Perkembangan Keluarga
Perkembangan keluarga adalah proses perubahan dari sistem keluarga yang terjadi dari waktu ke waktu meliputi perubahan interaksi dan hubungan di antara keluarga dari waktu ke waktu. Perkembangan ini terbagi dalam beberapa tahapan, setiap tahapan memiliki tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar tahapan tersebut dapat dilalui dengan sukses.
Menurut Duvall dan Miller (1985) dikutip dariMubarak, (2006), siklus kehidupan keluarga terdiri dari  tahapan yang mempunyai tugas dan resiko tertentu pada setiap tahapan perkembangannya.

Adapun tahapan perkembangan keluarga tersebut meliputi:
a.    Tahap I Pasangan baru atau keluarga baru
b.    Tahap II keluarga dengan kelahiran anak pertama
c.    Tahap III keluarga dengan anak pra sekolah
d.   Tahap IV keluarga dengan anak usia sekolah
e.    Tahap V keluarga dengan anak remaja
f.     Tahap VI keluarga dengan anak dewasa
g.    Tahap VII keluarga dengan usia pertengahan
h.    Tahap VIII keluarga dengan usia lanjut
Ditarik dari tahapan perkembangan keluarga menurut Duvall dan Miller (1985) yang dikutip dari mubarak, (2006) penulis akan membahas tentang tahapan perkembangan keluarga usia prasekolah.

B.            Konsep Dasar Keluarga Dengan Tahap Perkembangan Anak Usia Prasekolah
Pada masa ini merupakan tahun yang sibuk, kini anak-anak mempunyai keinginan dan kegiatan masing-masing, di samping kegiatan wajib dari sekolah dan dalam hidup serta kegiatan-kegiatan orang tua sendiri.Setiap orang menjalani tugas perkembanganya sendiri sama seperti keluarga berupaya memenuhi tugas dan perkembanganya sendiri.



Menurut Friedman, M. (1998) di kutip dari Mubarak (2006). Tahap ini di mulai saat kelahiran anak usia 2,5 tahun dan berakhir saat anak usia 5 tahun. Kehidupan keluarga pada tahap ini sangat sibuk dan anak sangat tergantung pada orang tua. Kedua orang tua harus mengatur waktunya sedemikian rupa, sehingga kebutuhan anak, suami-isteri dan pekerjaan dapat terpenuhi.
Keperawatan keluarga berkaitan erat dengan upaya keluarga mempunyai kemampuan dalam menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan. Perawat dapat menbantu keluarga dalam memecahkan masalah kesehatannya sehingga mencapai keadaan keluarga yang optimal.
1.        Tugas perkembangan keluarga prasekolah
Menurut Efendy. N (2005), tugas perkembangan keluarga dengan usia prasekolah adalah :
a.         Membantu anak untuk bersosialisasi.
b.         Beradaptasi dengan anak yang baru lahir sementara kebutuhan anak yang lain (tua) juga harus dipenuhi.
c.         Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam atau luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar)
d.        Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak
e.         Pembagian tanggung jawab anggota keluarga
f.          Merencanakan kegiatan dan waktu untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

2.        Tugas perkembangan anak usia prasekolah
Menurut Effendy.N. (2005). Anak usia prasekolah dalam perkembangannya harus dapat melakukan pencapaian sebagai berikut :
a.         Personal/sosial
1)        Upaya untuk menciptakan diri sendiri seperti orang tuanya, tetapi mandiri
2)        Menggali lingkungan atas hasil prakarsanya
3)        Membanggakan, mempunyai perasaan yang tidak dapat dirusak
4)        Keluarga merupakan kelompok utama
5)        Kelompok meningkat kepentingannya
6)        Menerima peran sesuai jenis kelaminnya
7)        Agresif
b.        Motorik
1)        Meningkatnya kemampuan bergerak dan koordinasi jadi lebih mudah
2)        Mengendarai sepeda dengan dua atau tiga roda
3)        Melempar bola, tetapi sulit uintuk menangkapnya
c.         Bahasa dan kognitif
1)        Ketrampilan bahasa makin baik
2)        Mengajukan banyak pertanyaan; bagaimana, apa, dan mengapa
3)        Pemecahan masalah sederhana: menggunakan fantasi untuk memahami, mengatasi masalah.
d.        Ketakutan
1)        Pengrusakan diri
2)        Gelap, Ketidaktahuan
3)        Objek bayangan, tak dikenal.
3.        Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang
Pola pertumbuhan dan perkembangan secara normal antara anak yang satu dengan yang lainnya pada akhirnya tidak selalu sama, karena dipengaruhi oleh interaksi banyak faktor.
Menurut Soetjiningsih (2002), faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang, yaitu:
a.    Faktor dalam (internal):
1)        Genetika
a)          Perbedaan ras, etnis, atau bangsaTinggi badan orang Eropa akan berbeda dengan orang Indonesiaatau bangsa lainnya, dengan demikian postur tubuh tiap bangsa berlainan.
b)         Keluarga
       Ada keluarga yang cenderung mempunyai tubuh gemuk atau perawakan pendek.
c)         Umur
       Masa prenatal, masa bayi, dan masa remaja merupakan tahap yang mengalami pertumbuhan cepat dibandingkan dengan masa lainnya.

d)        Jenis kelamin
       Wanita akan mengalami pubertas lebih dahulu dibandingkan laki-laki
e)         Kelainan kromoson
       Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan, misalnya sindrom down.
b.    Pengaruh hormon
Pengaruh hormon sudah terjadi sejak masa prenatal, yaitu saat janin berumur empat bulan. Pada saat itu terjadi pertumbuhan yang cepat. Hormon yang berpengaruh terutama adalah hormon pertumbuhan somatotropin yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari. Selain itukelenjar tiroid juga menghasilkan kelenjar tiroksin yang berguna untuk metabolisme serta maturasi tulang, gigi, dan otak.
c.    Faktor lingkungan
Faktor kelompok yang dapat berpengaruh dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pranatal, kelahiran, dan pascanatal.
1)      Faktor pranatal
a)      Gizi, nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin, terutama selama trimester akhir kehamilan
b)      Mekanis, posisi janin yang abnormal dalam kandungan dapat menyebabkan kelainan conginetal, misalnya club foot
c)      Toksin, zat kimia, radiasi
d)     Kelainan endokrin
e)      Infeksi TORCH atau penyakit menular sesksual
f)       Kelainan imunologi
g)      Psikologis ibu
2)      Faktor kelahiran
Riwayat kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forcep dapat menyebabkan trauma kepala pada bayi sehingga beresiko terjadinya kerusakan jaringan otak.
3)      Faktor pascanatal
Seperti lainnya pada masa prenatal, faktor yang berpengaruh terhadap tumbug kembang anak adalah gizi, penyakit kronis/ kelainan konginetal, lingkungan fisik dan kimia, psikologis, endokrin, sosioekonomi, lingkungan pengasuhan, stimulasi, dan obat-obatan.
4.        Masalah-masalah pada anak usia prasekolah
Menurut Soetjiningsih (2002). Ada beberapa masalah atau perilaku buruk yang biasanya muncul pada anak usia prasekolah, diantaranya :
a.         Masalah kesehatan
Masalah kesehatan yang sering muncul pada anak prasekolah seperti; diare, cacar air, difteri, dan campak.
b.         Hubungan keluarga
Pada usia prasekolah biasanya anak merasa cemburu dengan kehadiran anggota keluarga baru (adik). Anak merasa tidak diperhatikan lagi oleh orang tua sehingga anak sering membuat olah untuk mendapatkan perhatian orang tua.
c.         Bahaya fisik
 Kecelakaan terjadi akibat keinginan anak untuk bermain yang menghasilkan ketrampilan tertentu.
d.        Kecelakaan
Kecelakaan terjadi akibat keinginan anak untuk bermain yang menghasilkan ketrampilan tertentu. Meskipun tidak meninggalkan bekas fisik namun kecelakaan dianggap sebagai kegagalan dan anak lebih bersikap hati-hati akan berbahaya bagi psikologisnya sehingga anak akan takut terhadap kegiatan fisik. Jika hal ini terjadi bisa berkembang menjadi masa malu.
e.         Keracunan
Pada dasarnya usia prasekolah suka mencoba segala sesuatu yang dia lihat tanpa mengetahui apakah itu berbahaya atau tidak yang bisa menyebabkan penyakit diare.
f.          Bahaya Psikologis
Perasaan bersalah akan timbul pada anak jika anak tidak mampu berprestasi. Rasa bersalah dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi, lebih pemarah,mengalami regresi.



g.         Gangguan tidur
Mimpi buruk adalah mimpi menakutkan yang terjadi selama tidur REM (rapid eye movement). Seorang anak yang mengalami mimpi buruk biasanya akan benar-benar terbangun dan dapat mengingat kembalimimpinya secara terperinci.

C.           Asuhan Keperawatan dengan Tahap Perkembangan Keluarga Dengan Usia Prasekolah
1.    Pengkajian
MenurutFriedman, M (1998) dikutip dari mubarok (2006)  Pengkajian merupakan tahap terpenting dalam proses keperawatan, mengingat pengkajian sebagai awal bagi keluarga untuk mengidentifikasi data yang ada pada keluarga. Data-data yang dikumpulkan antara lain:
a.         Identitas keluarga
Identitas keluarga yang dikaji adalah umur, pekerjaan, tempat tinggal, dan tipe keluarga.Latar belakang budaya atau kebiasaan keluarga.
b.         Komposisi keluarga
Untuk mengumpulkan informasi ini boleh digunakan, baik tabel atau genogram keluarga, untuk menggunakan format tabel, setelah anggota keluarga anak pertama dan anak yang paling terahir

c.         Tipe keluarga
Keluarga termasuk keluarga inti, keluarga besar, keluarga berantai, atau keluarga berkomposisi.
d.        Latar belakang budaya
Termasuk luasnya akultrasi, sebagai petunjuk untuk menentukan kebudayaan keluarga dan orientasi religius keluarga.
1)        Latar belakang etnis keluarga atau anggota keluarga.
2)        Jaringan kerja sosial keluarga (dari kelompok etnis yang sama).
3)        Tempat tinggal keluarga
4)        Kegiatan-kegiatan keagamaan, sosial, budaya, rekresi, dan pendidikan.
5)        Keberadaan peran-peran dan struktur kekuasaan keluarga tradisional atau modern.
6)        Dekorasi (tanda-tanda pengaruh budaya).
7)        Bahasa (bahasa-bahasa) yang digunakan di rumah.
8)        Porsi komunitas yang lazim bagi keluarga-komplek teritorial keluarga.
9)        Penggunaan jasa-jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi. Apakah keluarga mengunjungi pelayanan praktisi, atau memiliki kepercayaan tradisional asli dalam bidang kesehatan.
10)    Negara asal dan beberapa lama keluarga tersebut telah tinggal.
11)    Identifikasi religious kepercayaan yang dianut klien.
e.         Status kelas sosial
Berdasarkan pendidikan, pekerjaan, pendapatan, status ekonomi, dan mobilitas kelas sosial.
f.          Aktifitas rekreasi atau waktu luang
g.         Yang dikaji yaitu yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan rekreasi dan luang yang meliputi:
1)        Mengidentifikasi aktifitas-aktifitas keluarga, jenisnya.
2)        Waktu luang dari subsistem keluarga.
3)        Menggali perasaan dari anggota keluarga tentang waktu luang.
h.         Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
Tahap perkembangan keluarga saat ini sejauh mana keluarga memenuhi tugas yang sesuai mulai dari lahir sampai saat ini termasuk riwayat dan kejadian atau pengalaman yang unik atau yang berkaitan dengan kesehatan dan seperti apa asal keluarga kedua orang tua dari kehidupannya.
i.           Data lingkungan
Data lingkungan meliputi seluruh alam kehidupan keluarga mulai dari pertimbangan bidang yang paling kecil seperti aspek – aspek dalam rumah sampai komunitas  keluarga tersebut berada seperti :
1)        Karakteristik rumah yang meliputi
a)        gambar tipe rumah tinggal apakah tinggal di apartemen, sewa atau milik pribadi
b)        Gambaran kondisi rumah dari bentuk interiornya, tipe kamar, penataan ruang, ventilasi, pemanfaatan ruang, jenis lantai dan bahan bangunan. Didapur amati suplai air minum, kamar mandi apakah ada fasilitas toilet sabun dan handuk, amati kebersihan rumah.
c)        Kaji perasaan subjektif keluarga terhadap rumah apakah bagi mereka memadai, mengidentifikasi unit teritorial keluarga sampai pengaturan mengevaluasi perasaan puas / tidak puas dari anggota keluarga secara keseluruhan dengan pengaturan/penataan rumah.
2)        Karakteristik lingkungan dan komunitas tempat tinggal yang lebih luas.
a)        Tipe apakah lingkungan tersebut desa, kota, atau sub kota. tinggal didaerah dekat industrial atau campuran hunian. keadaan tempat tinggal apakah jalan terpelihara, rusak, atau sementara diperbaiki. Masalah yang berkaitan dengan kemacetan lalu lintas. Serta adanya jenis industri dilingkungan, polusi udara, kebisingan dll. 
b)        Pelayanan kesehatan dan pelayanan dasar apa yang ada didalam lingkungan komunitas, makanan, sandang, apotik, klinik, rumah sakit, pelayanan fasilitas gawat darurat.
c)        Aturan atau kesepakatan penduduk setempat, apakah budaya yang mempengaruhi kesehatan
3)        Mobilitas geografis keluarga
Mobilitas geografis keluarga yang ditentukan sudah berapa lama keluarga tinggal didaerah tersebut, bagaimana riwayat mobilitas geografis dari keluarga tersebut, dan dari mana keluarga tersebut berpindah atau bermigrasi.
4)        Asosiasi dan traksaksi keluarga dengan komunitas
a)        Siapa didalam keluarga yang menggunakan pelayanan apa atau diketahui pada  lembaga mana.
b)        Berapa kali atau sejauh mana mereka menggunakan pelayanan dan fasilitas.
c)        Apa pola teritorial keluarga/komunitas daerah yang dikunjungi.
d)       Apakah keluarga/komunitas menyadari pelayanan yang relevan, seperti tranportasi.
e)        Bagaimana keluarga memandang dengan komunitasnnya.
5)        Sistem pendukung atau jaringan sosial keluarga
Siapa yang menolong keluarga pada saat keluarga membutuhkan bantuan. Secara informal ikatan keluarga dengan teman–teman, tetangga, kerabat, majikan dan siapa saja mereka itu serta apa hubungannya dengan mereka.



j.           Struktur keluarga
1)        Pola-pola komunikasi
a)        Dalam mengobservasi keluarga secara keseluruhan raingkaian hubungan dari keluarga, bagaimana komunikasi fungsional dan disfungsional tersebut apakah digunakan secara terus menerus.
b)        Bagaimana pesan emosional yang disampaikan keluarga bersifat negatif, positif atau keduanya.
c)        Bagaimana frekuensi dan kualitas yang berlangsung dalam jaringan kerja komunikasi dan dalam beberapa set hubungan.
d)       Bidang apa yang tertutup bagi diskusi, yang merupakan isu-isu penting bagi kesejahteraan keluarga dan fungsi yang adekuat
2)        Struktur kekuasaan
Siapa yang membuat keputusan terahir dan bagaimana pentingnya keputusan tersebut, serta atas dasar apa anggota keluarga membuat keputusan.
3)        Nilai–nilai keluarga
a)        Apakah ada kesesuaian antara nilai-nilai keluarga dan nilai-nilai subsistem keluarga
b)        Apakah nilai– nilai yang dianut keluarga secara sadar atau tidak sadar
c)        Apakah ada konflik nilai yang menonjol dalam keluarga itu sendiri
d)       Bagaimana kelas sosial keluarga, latar belakang kebudayaannya
e)        Bagaimana nilai-nilai keluarga mempengaruhi status kesehatan keluarga.
k.    Fungsi keluarga
1)        Fungsi afektif
Apakah anggota keluarga merasakan kebutuhan-kebutuhan individu lain dalam keluarga, sebagai orang tua apakah sudah mampu menggambarkan kebutuhan dari anak-anak dan pasangannya.
2)        Fungsi sosialisasi
a)        Kaji praktik membesarkan anak dari keluarga dalam area bidang kontrol perilaku, meliputi disiplin, penghargaan dan hukuman.
b)        Siapa yang menerima tanggung jawab dalam membesarkan anak atau fungsi sosialisasi.
3)        Fungsi perawat kesehatan
a)        Keyakinan dan nilai apa yang diberikan keluarga pada kesehatan,anak usia prasekolah.
b)        Definisi dari keluarga tentang sehat/sakit dan tingkat pengetahuan mereka bagaimana keluarga mendefinisikan kesehatan anak usia prasekolah
c)        Praktek diet bagaimana keluarga dapat mengetahui makanan dan gizi yang mendukung anak usia prasekolah.
d)       Kebiasaan tidur dan istirahat anak usia prasekolah tidur cenderung susah
e)        Kebiasaan penggunaan obat-obatan dalam keluarga :
Apakah anggota keluarga menyimpan obat-obatan dalam jangka waktu lama dan menggunakannya kembali.
l.      Koping keluarga
1)        Stresor baik jangka pendek maupun jangka panjang dan yang berhubungan sosioekonomi dan lingkungan yang dialami keluarga, apakah keluarga dapat mengatasi stresor biasa dan ketegangan sehari–hari
2)        Apakah keluarga mampu bertindak berdasarkan penilaian yang objektif dan realistis terhadap situasi yang penuh dengan stres.
3)        Bagaimana keluarga bereaksi terhadap situasi yang penuh dengan stres.
m.  TugasKeluaraga
Tugas kesehatan keluarga terutama pada anggota keluarga usia prasekolah:

1)            Mengenali masalah kesehatan keluarga
a)         Sejauh mana keluarga mengetahui fakta-fakta dari masalah kesehatan anggota keluarga usia prasekolah?
b)        Meliputi pendidikan anak ?
c)          Keluarga mengenalkan kepada anak tata cara yang benar dalam kehidupan sehari hari ?
d)        Faktor penyebab dan yang mempengaruhinya serta persepsi keluarga terhadap anak usia prasekolah ?
2)            Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat
a)         Sejauh mana kemampuan keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah pada anggota keluarga khususnya pada usia prasekolah?
b)        Apakah masalah kesehatan yang dirasakan oleh keluarga pada tahap prasekolah?
c)         Apakah terhadap keluarga merasa menyerah terhadap masalah kesehatan yang dialami anggota keluarga pada tahap prasekolah?
d)        Apakah keluarga dapat menjangkau fasilitas yang ada?
e)         Apakah keluarga kurang percaya terhadap kesehatan yang ada?
f)         Apakah keluarga dapat informasi yang salah terhadap tindakan dalam mengatasi masalah dengan tahap prasekolah?
3)            Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit
a)         Apakah keluarga mengetahui sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan untuk mengulangi masalah kesehatan atau penyakit pada anggota keluarga yang sakit terutama pada anak prasekolah?
b)        Apakah keluarga mempunyai sumber daya dan fasilitas yang diperlukan untuk perawatan anak prasekolah?
c)         Apakah keluarga mempunyai pandangan negatif perawatan yang diperlukan?
d)        Apakah keluarga kurang dapat melihat keuntungan dalam pemeliharaan lingkungan dimasa mendatang?
e)         Apakah keluarga merasa takut akan akibat tindakan (diagnostik, pengobatan dan rehabilitasi)?
f)         Bagaimana falsafah hidup keluarga berkaitan dengan upaya perawatan dan pencegahan? 
4)            Mempertahankan suasana rumah yang sehat
a)         Sejauhmana keluarga mengetahui sumber-sumber keluarga yang dimiliki?
b)        Sejauhmana keluarga melihat keuntungan atau manfaat pemeliharaan lingkungan?
c)         Sejauhmana keluarga mengetahui pentingnya hygiene dan sanitasi?
d)        Bagaimana sikap atau pandangan keluarga terhadap hygiene dan sanitasi?
e)         Sejauhmana kekompakan antar anggota keluarga?
5)            Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat
a)         Sejauhmana keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan?
b)        Sejauhmana keluarga memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan?
c)         Sejauhmana tingkat kepercayaan keluarga terhadap petugas dan fasilitas kesehatan?
d)        Apakah keluarga mempunyai pengalaman yang kurang baik terhadap petugas kesehatan?
e)         Apakah fasilitas kesehatan yang ada terjangkau oleh keluarga? (Padila, 2013).
2.    Perumusan Diagnosa
Diagnosa keperawatan adalah keputusan klinik mengenai individu, keluarga atau masyarakat yang di peroleh melalui suatu proses pengumpulan data dan analisa yang cermat dan memberikan dasar untuk menentukan tindakan–tindakan di mana perawat bertanggung jawab melaksakannya. (Shoemaker,1984 di kutip dari mubarok 2006).
            Diagnosa keperawatan keluarga ditetapkan berdasarkan faktor resiko dan faktor potensial terjadinya penyakit atau masalah kesehatan keluarga serta mempertimbangkan kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya.Diagnosa keperawatan ditegakkan dengan menggunakan formulasi PES yaitu Problem Etiologi dan Sign(suprajitno, 2004).
Menurut Bailon dan Maglaya (1978), dikutip dari Sulistyo, 2012, prioritas masalah kesehatan keluarga dengan menggunakan proses skroring sebagai berikut:

No.
Kriteria
Skor
Bobot
1
Sifat masalah

1

-       Tidak/kurang sehat
-       Ancaman kesehatan
-       Krisis atau keadaan sejahtera
3
2
1

2
Kemungkinan masalah dapat di cegah

2

-       Dengan mudah
-       Hanya sebagian
-       Tidak dapat
2
1
0

3
Potensial masalah dapat di cegah

1

-       Tinggi
-       Cukup
-       Rendah
3
2
1

4
Menonjolnya masalah

1

-       Masalah berat, harus segera ditangani
-       Ada masalah, tetapi tidak perlu segera ditangani
-       Masalah tidak dirasakan
2
1
0



Proses skoring dilakukan untuk setiap diagnosis keperawatan dengan cara berikut ini:
a.    Tentukan skor untuk kriteria yang telah dibuat.
b.    Selanjutnya skor dikalikan dengan bobot dan dibagi dengan angka tertinggi.


 
 


c.    Jumlahkan skor untuk setiap kriteria, skor tertinggi adalah 5, sama dengan seluruh bobot.
3.        Perencanaan ( Intervensi )
Perencanaan perawatan keluarga adalah sekumpulan tindakan yang ditentukan perawat untuk dilaksanakan dalam memecahkan kesehatan dan keperawatan yang telah diidentifikasi (Effendy F, 200).
a.         Rencana tujuan keperawatan keluarga meliputi :
Tujuan merupakan pernyataan yang lebih rinci tentang hasil keperawatan.Tujuan keperawatan akan menentukan kriteria yang dipakai untuk menilai keberhasilan keperawatan:
1)        Tujuan jangka pendek, ditekankan pada keadaan yang mengancam kehidupan, misalnya: sakit berat, penyakit menular dan sebagainya
2)        Tujuan jangka panjang, lebih menekankan pada perubahan perilaku dari perilaku yang merugikan kesehatan menjadi perilaku yang menguntungkan kesehatan keluarga dan mengatasi masalahnya.
b.    Rencana tindakan
Dalam menyusun rencana tindakan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain: 
1)        Menyangkut peningkatan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku anggota keluarga.
2)        Relevan dengan tujuan
3)        Relevan dengan masalah yang muncul
4)         Mungkin dilaksanakan dengan keluarga
5)        Sesuai dengan kondisi keluarga
6)        Adanya peran aktif keluarga
4.        Implementasi
Menurut mubarok (2006)Pelaksanaan tindakan keperawatan terhadap keluarga, didasarkan pada rencana asuhan keperawatan yang telah disusun. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan tindakan terhadap keluarga antara lain:
a.         Sumber daya keluarga
b.         Tingkat pendidikan rendah
c.         Adat istiadat yang berlaku
d.        Respon dan penerimaan keluarga, serta ketertiban keluarga
e.         Sarana dan prasarana yang ada pada keluarga

5.         Evaluasi
Penilaian adalah tahap yang menentukan apakah tujuan tercapai atau tidak setelah suatu tindakan.
Berdasarkan tujuan yang hendak di capai perawat hendaknya selalu memberikan kesempatan keluarga untuk menilai keberhasilannya, kemudian di arahkan sesuai dengan tugas keluarga di bidang kesehatan. (suprajitno, 2004).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai tolak ukur dalam evaluasi adalah:
a.         Kriteria evaluasi
b.        Standar evaluasi
c.         Perubahan perilaku











DAFTAR PUSTAKA


Aziz, 2009, Pengantar Keperawatan Keluarga, Jakarta : EGC.
Effendy, N. 2005. Dasar – dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Edisi 2. Jakarta: EGC

Friedman, M. M. 1998. Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek.Edisi 3. Jakarta: EGC

Herdman, T. Heather. 2011. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2012 – 2014. Jakarta: EGC

Http://DinkesRIkejadianluarbiasapadabalita.com (diakses tanggal 6 februari 2016)  jam 16.45 WIB.
Http://WWW.Dinkeskotasemarang.com datakesehatanprovinsijawatengah, (diakses tanggal 6 februari 2016.) jam 17.00 WIB.
Http://Dinkeskotaslawi.com ,angka kematian ibu dan anak. (di akses tanggal 6 februari 2016.) jam 17.30 WIB.

Mubarak, 2006.Ilmu Keperawatan Komunitas 2 . Jakarta: Sagung Seto
Mubarak,2012,Ilmu Keperawatan Komunitas Konsep dan Aplikasi, Jakarta : Salemba Medika

Sulistyo, 2012. Keperawatan kesehatan komunitas. Jakarta : EGC

Suprajitno. 2004. Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC
Judith M. Wilkinson.2002,diagnosis keperawatan Edisi 9, Jakarta : EGC
Nursalam 2013, Asuhan keperawatan bayi dan anak  ,Edisi 3. Jakarta :EGC
Zaidin ali , Dasar dasar kepemimpinan dalam keperawatan, Edisi 2. jakarta : EGC

Setiowati 2008, Asuhan keperawatan keluarga , Jakarta : EGC
Soetjiningsih. 2002, Tumbuh kembang anak, Edisi 2. Jakarta : EGC
Efendy. F.- Makhfudli. 2009, Keperawatan kesehatan komunitas. Jakarta : Salemba Medika.

No comments:

Post a Comment